mimi_hitam
May 17th
Female


I'm the Fool
One who always,

..living in the moment..
..Trusting the flow of life..
..Taking crazy chance..
..Taking the foolish path..
..acting on impulse..
..Trusting one heart's desire..

Is that so wrong about being a fool?


12 signs that you know me well....:

  • You know why people calling me black instead of Rina
  • You know that i had a head surgery when i was 5 because a grandfather clock fell into my head
  • You will never ask me to quit smoking
  • You will call me flirty
  • You will ask me to give you a massage
  • You will remind me to check my belongings
  • You won't bother to give me the bus route, because i will end up going by taxi
  • You will not make me wait for more than half an hour at the mall due to my shopping habit
  • You won't get pissed each time i give you strange question
  • In the bar, you will buy me liqour instead of beer becuz u know that i hate beers.
  • you won't bother to tell me a racist joke because i will hardly laugh
  • you know i can eat any kind of food except ati dan ampela
  •    

    << June 2017 >>
    Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
     01 02 03
    04 05 06 07 08 09 10
    11 12 13 14 15 16 17
    18 19 20 21 22 23 24
    25 26 27 28 29 30



    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



    rss feed










     
    Thursday, October 11, 2007
    The Cliche is Winning

    4 AM, and still can not sleep. Thoughts are scrambling and seems have no intention of leaving. So come thoughts, let’s have some peace. I’ll collect and turn you to words, but you must promise to leave and let me have my sleep.

    Missing someone that you are not able to see again is aching. I’ve been thinking a hell lot about my mom and how I really want to talk and meet her right now. It’s funny though, remembering that we have never even that close before. Yes, I believe that I have a strong bond, but just like any other daughter-mother relationship; we had spent most of our time arguing and made each other cry.

    So right now let’s talk about the concept of taken things for granted. You never really know how much you love something until you actually loose it, it’s a cliché saying I know, but then furthermore, I think, the loosing part is not as tough as the loving part. Maybe we should never love someone too deeply, or else we should never allow our self to lower your grounds and let someone love you and/or giving them a chance to express and showing their love. If my mom hadn’t been sick, and if she hadn’t know that she would die on cancer, maybe our relationship will be just like any other days, when doors were banged and words were screamed out. And I would not feel as lonely as this, and I would not sitting here in the middle of dawn thinking and remembering how she suddenly turned into a beautiful loving mother that one day refused to sleep and take her any medication unless my father move her to my bed so that she can  sleep next to me.  The memories of the laughter,  her soft hand holding mine, all those feelings are now swirling back at me, just when I know that I can have it no more. I think God has become ironic and sarcastic in this way. He designed human to be insensitive and uncaring, and made them never can appreciate anything good until they actually loosing it. The cliché’s is winning.

    Or maybe it’s not the love that making me feels this miserable right now. It’s the dramatic changes from hate to love, the period in between when you know you are about to loose something. The awkward moment when you about to tell them how much you care, how much you don’t want to loose them, how much you do anything to have them with you, That moment, that precise moment, you soon realize that you’ve been throwing away your time with them with those banged doors and screams. And it’s already too late. And you never be able to turn back the time. And you will always living your life, regretting..


    Posted at 03:14 pm by mimi_hitam
    Got something to say?  

     
    Wednesday, June 20, 2007
    Sakit Perut

    Kalau lagi sakit perut, kenapa ya saya selalu kepikiran sama mama
    mungkin karena kebayang, mama pasti ngerasain hal yang sama,
    setiap harinya.....

    Ada temen kantor bilang, akhir-akhir saya jadi sering cerita,
    tentang mama ini, mama itu.
    Mungkin karena dalam hati khawatir ya,
    sudah diinfus lebih dari seminggu, dan sakit perutnya belum hilang-hilang juga.

    Ya sudahlah...biarin aja

     


    Posted at 11:30 pm by mimi_hitam
    Comments (2)  

     
    Tuesday, June 12, 2007
    3 Hari untuk Selamanya

    Hari Jum'at kemarin akhirnya kesampaian juga nonton 3 Hari untuk Selamanya
    Gw emang penasaran banget pengen nonton film ini, bukan saja karena yang buat adalah rumah produksi kesayangan gw, namun juga karena Sinar Ayu Massie, teman gw yang berkarakter hebat ini menjadi scriptwriternya.

    Menonton 3 hari untuk Selamanya, ingatan gw tiba-tiba langsung melakukan auto-rewind, 
    di masa-masa ikutan smiling tour barengan sama si Terong keliling kampus. 
    Berhenti bentar di danau sambil bilang, "baks disin aj bis gak?", "Baks aj, camrade". Terus diikuti dengan omongan-omongan gak penting yang dikomentari dengan ucapan-ucapan gak nyambung dan pilon dari rekan baks yang pangkatnya udah naik jadi sersan angkatan udara. 

    Atau dimasa-masa pergi mendadak ke Bandung, cuma modal bir dan ber-baks ria berlinting-linting banyaknya. Parnonya itu lho....ngeliat polisi padahal cuman patungnya doang (dan pengalaman ini tergambarkan dengan sangat baik di film ini, hehehehehe.....). Dan juga obrolan-obrolan curhat sepanjang jalan, berkontemplasi ria tentang hidup sambil ngutuk masyarakat kita yang super konservatif tapi munafik.

    Menurut gw pribadi, film ini berhasil menggambarkan semua hal itu, plek plek plek sama. Based on real life experience. Makanya gw saranin kalau nonton harus barengan partner in crime, biar bisa liat-liatan trus bilang, "Iihh....elo banget tuh!", atau ngutuk2 diri sendiri sambil bilang, "Anj***, ternyata kalau lagi gits gw kayak gitu kali yach begonya?". Makanya film ini memang paling mantap dinikmati sambil refleksi diri. (^______^)

    Dari segi visual, two thumbs up for Riri Riza dan DOP-nya.
    Mantaaabbb.........banyak yang bilang cerita dan pengambilan gambarnya mirip sama Y Tu Mama Tambien, tapi kalo menurut gw....ehm...enggak juga kok.
    Cerita tentang perjalanan anak muda kan emang cerita yang universal, semuanya pasti ngalamin. Menurut gw ini sih bukan niru Y Tu Mama Tambien, tapi lebih niru cerita anak-anak FISIP yang lagi plesir ke luar Jakarta. Hehehehe....

    Satu kritik gw cuman di endingnya. Agak nanggung dibuat ngegantungnya dan jadinya agak sayang aja. Tapi secara overall, ini film oke. Layak ditonton. Ini aja gw mau nonton lagi, dengan setengah berharap bisa nonton adegan tanpa sensor. So, ada yang punya un-cut versionnya gak? Mau dooonkk.....      

     


    Posted at 06:58 pm by mimi_hitam
    Got something to say?  

     
    Tuesday, May 15, 2007
    Sensitivitas Laki-laki dalam Menilai Masalah Gender

    Ada kejadian menarik di kuliah Seminar kemarin malam. Setelah 3 orang perempuan (termasuk saya) berturut-turut mempresentasikan masalah bias gender di dalam tubuh media dan iklan,

    salah seorang teman kelas saya (which happen to be male) mengajukan pertanyaan.

     

    Entah ya, Mungkin karena didorong rasa jenuh dan jengah oleh topik yang dibahas, Ia menanyakan suatu hal yang membuat seluruh teman-teman di kelas menoleh ke saya,

    Cengar-cengir, penuh dengan tatapan, “Hajar Rin, Hajar....”

     

    Well, to be precise, dia ngomong seperti ini:

    “Kenapa sih dari tadi saya melihat topik gender ini selalu diajukan oleh perempuan? Saya tidak melihat bahwa masalah ini ada, sepertinya kayak terlalu dibesar-besarkan. Contohnya, misalnya kita sekarang, laki-laki dan perempuan, ada di ruangan yang sama, belajar bersama. Dan juga menurut saya, kebanyakan teori tentang gender kan memang kebanyakan muncul dari Barat. Jadi enggak sesuai dengan kultur kita,”

     

    Saya sempat bengong mendengar pertanyaan itu. Sama seperti ketika saya bengong mendengar pernyataan yang sama dikeluarkan oleh para pejabat pemerintah, pegawai kedutaan besar dan para pembela HAM (baik laki-laki maupun perempuan) yang begitu tidak sensitifnya dalam melihat masalah gender yang terjadi di negara ini.

     

    Kalau ia bertanya, mengapa topik ini selalu diajukan oleh perempuan. Mengapa ia tidak mau berdiam diri sebentar, melakukan refleksi dan bertanya pada dirinya sendiri, “Mengapa bukan saya yang mengajukan topik tersebut? Mengapa masalah ini tidak terlihat oleh saya, sebagai laki-laki yang peduli dengan seluruh hak-hak manusia yang selama ini terabaikan?, Mengapa harus perempuan yang berjuang sendiri melawan dominasi patriarki yang menindas mereka? Mengapa saya menjadi begitu tidak sensitif-nya?,”

     

    Terus terang saya cukup terpukul, mengingat bahwa memang banyak laki-laki (dan juga perempuan) yang memang tidak cukup mengerti maksud perjuangan yang dilakukan oleh perempuan selama ini. Tapi yang lebih mengerikan lagi, saya berpikir mungkin pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang memang sudah mengakar dan terpendam di benak laki-laki, mungkin teman saya punya keberanian yang cukup untuk mengungkapkannya, sedangkan berjuta-juta laki-laki lainnya hanya diam karena takut dikatakan seksis dan patriarkis.

     

    Mungkin saya terlalu lama berada di dalam lingkungan yang mengamini pemikiran-pemikiran saya. Lucu juga kali ya, kalau mulai saat ini saya mulai keluar dan berada di tengah-tengah orang-orang yang sama sekali berbeda,  dan mencoba mendengar betul-betul pemikiran mereka.

     

     


    Posted at 12:08 pm by mimi_hitam
    Comments (1)  

     
    Friday, May 11, 2007
    dul dul dul

    Si Bos kawinan.
    Dan kejadian hari ini membuktikan kalau...
    kita semua enggak ada yang pantes jadi pager ayu.
    Hahahahaha....

    Still got a lot of things to do tomorrow, though...
    Kira-kira besok dateng gak ya ke closing-nya Ishka?
    Ah. she's such a crap. Been hearing those words since 2005.
    We'll see......(^__________^)


    Posted at 01:24 am by mimi_hitam
    Got something to say?  

     
    Thursday, March 29, 2007
    Ha Ha

    HIDUP PEREMPUAN!!!

    HIDUP BURUH!!

    HIDUP KAUM MISKIN KOTA!

    (imagine that...)


    Posted at 11:26 am by mimi_hitam
    Comments (3)  

     
    Monday, March 19, 2007
    Membaca Ulang

    Ternyata sudah 3 tahun lho saya menulis di blog ini. Dan tadi saya baca semua entry-nya, and can't help feeling a lil bit deppressed.
    Ternyata memang banyak sekali hal yang saya udah alami ya?
    Dari tiap kalimat yang saya baca, saya seakan-akan mengalami kejadian itu sekali lagi, mengingat dengan persis perasaannya, rasa gembira, sedih dan sakitnya.

    Betapa hidup saya begitu berubah sekarang, in a good way of course..
    Semuanya karena kamu.
    Kamu memberikan aku alasan untuk menata ulang hidupku,
    Terima kasih ya....  


    Posted at 06:57 pm by mimi_hitam
    Got something to say?  

     
    Monday, February 26, 2007
    Iklan Kondom

    Beberapa teman di kelas Seminar hari ini mengajukan topik pengaruh Iklan Kondom dalam perilaku seks bebas anak muda. Topik itu laris manis dengan sukses, dan (sepertinya) akan menjadi topik yang akan digunakan untuk presentasi mata kuliah ini. Karena judulnya mata kuliahnya adalah Seminar Masalah-Masalah Komunikasi, saya sudah langsung bisa nebak bagaimana kelanjutannya. Hm...lets see....begini cara berpikir orang-orang kebanyakan:

     

    Iklan kondom yang ditayangkan di media massa, bahkan hanya ditayangkan di MTV, yang dikenal sebagai TV-nya anak muda, memberikan pengaruh yang signifikan dalam mendorong anak muda untuk melakukan seks bebas. Iklan kondom itu seolah-olah menjustifikasi bahwa seks bebas itu diperbolehkan, asal memakai kondom. Berangkat dari teori pemwajaran media, maka dengan ditayangkannya iklan ini di media massa, anak muda akan melihat perilaku seks bebas adalah perilaku yang wajar. Semestinya media massa menyadari betul pengaruhnya yang kuat terhadap audiens dan bersikap hati-hati dalam menyajikan tayangan iklan-nya. Karena seperti yang dikatakan dalam teori kultivasi, semakin terekspos seseorang dengan terpaan media, maka semakin dia mempercayai realitas media sebagai realitas yang real. Oleh karena itu sebaiknya iklan kondom tidak ditayangkan di TV anak muda, atau bahkan tidak usah sama sekali, agar tidak berkontribusi dalam degradasi moral yang terjadi pada anak muda bangsa.

     

    Well, okey, mungkin memang bahasa degradasi moral yang terjadi anak muda bangsa sedikit berlebihan. Tapi please deh, saya udah sering banget mendengar kyai, ulama, guru, pejabat, bahkan sampai masyarakat sekalipun mendengung-dengungkan hal itu. Agak-agak capek mendengarnya dan agak-agak miris. Padahal baik kyai, ulama, guru, pejabat sampai ketua RT juga banyak yang melakukan seks bebas, well, paling enggak, untuk kasus kyai dan ulama, mereka bisa berlindung di balik diperbolehkannya poligami. Saya cuma gregetan kalo mengingat betapa munafiknya bangsa kita, berdalih ini itu, menyangkal ini itu, dan akhirnya end up doing nothing to solve the problem.

    I think, they just have to sit tight and try to understand, bahwa memang pada kenyataannya, anak-anak muda kita, yang tinggal di Negara so-called-Indonesia-yang-Ketimuran ini, memang banyak sekali yang melakukan seks di luar nikah.
    That's the fact. Titik. And they should do something to address the issue.

     

    Angka-angka pelaku seks bebas memang mencengangkan di kalangan anak muda, dan saya rasa sekarang sudah waktunya kita tidak lagi melakukan penyangkalan, namun sudah harus konkrit melakukan sesuatu. Salah satu hal konkrit yang semestinya diajarkan pada anak muda adalah tentang pendidikan seks dan cara melakukan seks aman. Itu adalah solusi yang logis dan realistis. Kenyataannya, pendidikan seks yang diajarkan di Indonesia masih berkesan malu-malu, tidak to the point dan masih mengkriminalkan pelaku seks bebas dan melabelkannya sebagai seorang yang amoral. Individu-individu atau kelompok masyarakat yang khawatir akan dampak seks bebas seperti penyakit kelamin, kehamilan yang tidak diinginkan dan HIV/AIDS kemudian mencoba memberikan penyuluhan tentang seks yang aman, salah satunya dengan pemakaian kondom. Tapi alih-alih dianggap sebagai penyelamat, mereka malah diperlakukan sebagai biang kerok degradasi moral anak bangsa.

     

    Akibat penyangkalan berbasiskan moral itulah, akhirnya banyak sekali anak muda yang tidak mengerti tentang apa itu seks yang aman. Seks bebas sudah terlanjur menjamur, dan mereka banyak yang kemudian salah kaprah dan lebih percaya pada mitos-mitos yang beredar, seperti misalnya apabila tidak ingin hamil, setelah melakukan hubungan seks sebaiknya makan nanas muda dan minum sprite, ada juga yang mengatakan bahwa setelah berhubungan seks, ketika sedang mencuci vagina sebaiknya dilakukan dengan sambil jongkok dan mengangkangkan kaki agar sperma yang sempat masuk kedalam bisa keluar; Perilaku seks yang tidak aman ini kemudian mengarah ke masalah-masalah lain yang lebih serius yang dapat kemudian membahayakan nyawa anak muda, khususnya dalam hal ini perempuan.

     

    Salah satu masalah yang paling ditakuti perempuan ketika melakukan seks diluar nikah adalah kehamilan yang tidak diinginkan. Kasus pengguguran bayi seringkali ditemui dan mewarnai tayangan-tayangan Buser dan Patroli. Perempuan yang menggugurkan bayi-nya dianggap sebagai seorang kriminal, seorang pembunuh berhati dingin, bahkan lebih rendah dari binatang karena binatang tidak akan membunuh bayinya sendiri. Tapi sayangnya masyarakat yang menuding itu tidak berkaca pada diri sendiri, atau setidaknya menanyakan dan berandai-andai, "Apabila saya bersikap lebih terbuka dan menerima perempuan yang hamil itu apa adanya, dan mau membantu ia dengan tulus untuk membesarkan anaknya, apakah ia akan tetap menggugurkan bayinya?". Pertanyaan reflektif semacam itu cenderung luput dan tidak pernah sama sekali terpikirkan karena kita punya tendensi untuk mempertanyakan moral orang lain tanpa ada kompromi.

    Selain menghadapi ancaman pidana, seorang perempuan yang menggugurkan bayinya juga bermain dengan nyawa, karena aborsi yang tidak aman angka kematian perempuan yang melahirkan menjadi meningkat, atau setidaknya mengalami gangguan kesehatan reproduksi yang juga bisa mengarah pada infertilitas, kanker rahim, atau tumor. Belum lagi efek psikologis dan emosional yang menyertai dirinya pasca abortus, banyak dari mereka yang akhirnya mengalami gangguan mental dan kejiwaan, bahkan ada beberapa kasus dimana akhirnya perempuan itu bunuh diri.

    Hal diatas jelas dan konkrit, terjadi di masyarakat, khususnya anak muda. Adalah benar anak muda  melakukan seks bebas, dan kita harus melakukan sesuatu untuk itu. Tapi bukan dengan cara menyangkal, menyalahkan dan kemudian mencekal iklan produk yang sebenarnya diperuntukkan untuk melindungi anak muda dari dampak seks bebas. Hal ini tidak pernah nyangkut di kepala saya. Mereka bilang, Iklan kondom mendorong adanya perilaku seks bebas pada anak muda. Relevansi-nya apa? Signifikansinya apa? Validitas-nya apa? Lha wong mereka yang melakukan seks bebas jarang yang seneng pake kondom kok...

     

     


    Posted at 02:34 pm by mimi_hitam
    Got something to say?  

     
    Saturday, February 24, 2007
    Centil

    Ceritanya gini,
    Berhubung hari Jum'at kemarin saya gajian, saya memutuskan untuk give myslef a treat considering how hard i work for the whole month. Niat treat-nya sih cuma mau makan sushitei aja, tapi sampai di PIM malah nambah jadi jalan-jalan liat baju. Nothing interest me much karena saya udah keburu antipati duluan ngeliat harganya yang ampun-ampunan. My shopping days at Pondok Indah Mall has gone long time ago, dulu...banget, waktu SMP-SMA dan awal-awal kuliah, which doesn't count karena waktu itu saya masih punya credit card dan belon kenal yang namanya ITC. Hehehee.

    Tapi, berhubung ada si Samudera juga yang nemenin saya belanja, 
    dan mengingat pacar saya ini agak2 brand minded, jadilah saya dipaksa untuk beli 'oh-not-so-special' clothes yang harganya seperempat juta, whuaaa...mau nangis, padahal kan kalau beli di ITC bisa dapet 5!! tapi ya sudahlah, toh emang bajunya emang sedikit lucu. Trus....hehehe, this is the best part, pas lewatin counter Revlon, (lagi-lagi) Samudera nanya apa saya enggak jadi belanja make-up, katanya:
    "Abisan kamu dari berbulan-bulan yang lalu, liat-liat blush on sama eye shadow tapi gak jadi-jadi beli. Udah beli aja, bukannya kamu yang sering complain gak punya make-up kalo kita mau pergi dugem?,"  
    Iya deh...saya akhirnya jadi pengen beli blush on, tapi my oh my, dari yang niatnya cuma beli blush on, jadilah saya beli eye shadow, foundation, lengkap dengan lipstik Revlon No. 230.

    Ah...the guilty pleasure.
    Buy girlie clothes and make up.
    Berasa jadi centiiiilllll........


    Posted at 11:01 am by mimi_hitam
    Got something to say?  

     
    Wednesday, February 14, 2007
    02:27

    Sudah hampir setengah tiga pagi,

    Setelah bolak-balik memejamkan mata, menghitung domba, sampai nekat minum panadol extra, sepertinya saya memang harus menyerah. Masalahnya otak saya memang lagi sadar-sadarnya, dan setiap 2 menit sekali meneriakkan kata-kata, ”Proposal!”, ”Surat-surat!”, ”Topik Penelitian Kualitatif!”, ”Abstraksi!” Yap Yap, dengan ini saya resmi menyatakan libur kuliah telah usai, Selamat Datang Insomnia.

     

    Obat insomnia yang paling mujarab buat saya, ya ini, menulis.

    Memuntahkan semua kata-kata bising yang ada di kepala. Terapi reflektif sekaligus rekreatif. Tapi masalahnya saya sebenarnya sedang bosan menulis tentang diri sendiri, dan kemarin saya sempat punya niat mulia yang saya utarakan kepada seorang teman baik, jadi niatnya saya mau menjadikan blog saya lebih sarat informasi, lengkap dengan analisis-analisis feminis yang sedang angot-angotnya ada di kepala. Haha. As if.

     

    Biarlah malam ini saya menulis dengan gaya seperti ini,

    Toh emang jamnya curhat.
    Ternyata dulu saya enggak sepenuhnya benar,

    kata-kata datang dan pergi tidak hanya ketika kita sedang resah,

    tapi juga ketika lagi stress akut.

    Ah, did i say the stress word?
    Enggakk!!! Saya tidak stress!! Tidak Tidak Tidak.
    I can not afford to be stress in time like this.
    Mendingan mikirin hal-hal yang bisa buat bahagia.

    Samudera, Cotton Candy, Taksi Ekspress dan Putra, Good Movies with large popcorn,
    Sushitei, Night Discussions, Mama’s laughters,  Thousand Stars watched from Papandayan, Tornado’s Mandy Special (god, It’s been ages since I drink it), Screaming Orgasms, 28 hours dancing routine, Ferris Wheel, Whirl Pool, Good Massage, Long earrings matched with the color of my dress, My Klontang-Klonting, Clean Desktop, Organized Folders, Clean Room, Fed Cat, First Valentine with Samudera, White Brokat on my future weeding day. 350,000/month for ojek ride, Pak Latief’s handphone and New Shirt that makes me look like kue lapis.

     

    Sudah? Masih stresskah?

    Tidak ternyata.
    Ah...I’m so easily pleased. Sekarang tidur.

    Night night.


    Posted at 03:48 am by mimi_hitam
    Comments (3)  

    Previous Page Next Page