Entry: Untuk ibu (yang kini telah menjadi bidadari) Saturday, December 22, 2007



Hari ini aku terlalu rindu, Ibu... 
Begitu rindunya, sampai dada terasa sesak dan benakku panik mencari-cari sosokmu. Panik karena aku begitu takut lupa, akan garis wajah, senyum, pandangan mata, dan hangatnya pelukan.

Semua kata-katamu yang dulu susah payah aku sanggah, kini terlontar kembali di saat-saat aku di gerbang kedewasaan. Termanifestasi seutuhnya. Dan aku bersyukur sekali tentang semua ajaran dan prinsip hidup yang kau wariskan kepadaku.

Walaupun memalukan, sungguh. Apabila mengingat bahwa aku membencimu selama hampir 3/4 hidupku, dan kini lihatlah aku, mengagumi di setiap hari, menit, dan detik. Di setiap helaan nafas dan sapuan air mata. Kau takkan tergantikan.

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments